Majalah POPULAR Indonesia | Speed Passion | September 2016

Majalah POPULAR Indonesia | Speed Passion | September 2016

Regular price 59.500 now 50.000

Tentang Pahlawan Indonesia dan Gairah yang Meluap

Waktu berseragam putih abu-abu saya pernah punya sobat sekelas seorang atlet boling. Setiap pulang sekolah ia langsung latihan ke Ancol. Dan saat masuk arena boling, raut wajahnya yang biasa cengegesan berubah total menjadi serius. Tujuh tahun kemudian, ia meraih medali emas Asian Games 2006 di Doha, Qatar. Saat itu Indonesia hanya meraih dua emas, satu dari Taufik Hidayat, dan satu lagi darinya. Rasanya bangga luar biasa.

Dari para pahlawan (olahraga) Indonesia ini kita bisa merasakan gairah yang meluap berapi-api, gairah dan energi yang bisa kita serap dan tuangkan pada kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan itu, POPULAR pun di edisi September ini mempersembahkan banyak sekali gairah yang bersanding dengan dunia mobil dan motor. Intan Sapta, cover kita kali ini, rela dibakar matahari seharian di tepi jalan berteman koper ‘jadul’ dan dua mobil klasik yang ciamik.

Gelar Rising Star bulan ini dipegang oleh Thalia Almeera, berperan sebagai biker seksi yang mempersiapkan sendiri motor kesayangannya sebelum touring. Sementara itu yang menempati posisi bergengsi In My Room adalah Bella Chan, yang berperan sebagai kekasih biker dengan segala keseksiannya di atas ranjang. Adapun Miss POPULAR episode 4 Winner, Rescia Pangelah, berperan sebagai pebalap cantik oriental yang bakal membawa Anda dalam kesenangan maksimal.

Segudang bacaan fun, dan bergizi telah menunggu Anda. Antara lain, 10 ‘Remaja’ Paling Hot di Dunia (Main Report), Obrolan seru bersama Dipha Barus (Close up) dan Willy Dozan (Interview), Waspada Keluhan Vaginismus (S*x Clinic), 5 Posisi S*ks Terbaik di dalam Mobil (S*x Tips), Outfit Cewek Terseksi Saat Party (Speak up), Sumba, Jejak Budaya yang Terlupa (The Journey), dan masih banyak lagi.

Jangan lupa baca tuntas liputan investigasi favorit Hot Report berjudul Kisah Gembok dan Top Up Gairah di Depan Mal Ibukota di halaman akhir.

 Jabat erat,

Faisal Rahim